Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Said Achmad Kabiru Rafiie: Menumbuhkan Harapan dari Lahan Sempit Lewat Urban Farming di Aceh

Gambar
Di tengah padatnya kehidupan perkotaan yang serba cepat, udara yang kian panas, serta ruang hijau yang semakin menipis, ada satu sosok muda dari Aceh yang memilih melawan arus. Namanya Said Achmad Kabiru Rafiie. Dengan tangan kotor oleh tanah dan semangat hijau di hati, ia menanam bukan hanya sayuran, tetapi juga kesadaran baru: bahwa ruang kecil di tengah kota pun bisa menjadi sumber kehidupan dan harapan. Kecintaan Said terhadap tanaman bermula dari halaman kecil di rumahnya di Banda Aceh. Sejak kecil ia terbiasa membantu ibunya menanam cabai dan tomat di pot bekas. Dari kebiasaan sederhana itu, ia belajar bahwa menanam bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang kesabaran, keberlanjutan, dan hubungan manusia dengan alam. Ketika dewasa, Said mulai melihat bahwa masalah pangan dan lingkungan di kota semakin serius. Banyak lahan tidur terbengkalai, sementara kebutuhan pangan meningkat. Dari situlah ia mulai berpikir bagaimana mengubah lahan sempit menjadi kebun produktif. Gaga...

Menyemai Akar Pengetahuan Lewat Sekolah Adat Arus Kualan

Gambar
Di tengah rimba Kalimantan Barat yang hijau dan berlapis kabut pagi, berdirilah sebuah sekolah sederhana yang menjadi rumah bagi anak-anak adat Dayak di pedalaman Kapuas Hulu. Sekolah itu bukan sekolah biasa. Ia lahir dari keinginan untuk mempertahankan identitas, menjaga alam, dan menumbuhkan generasi muda yang tidak tercerabut dari akarnya. Sekolah itu bernama Sekolah Adat Arus Kualan, dan di balik gerak hidupnya ada sosok perempuan tangguh bernama Potentina. Menumbuhkan Pendidikan dari Bumi dan Budaya Potentina tumbuh besar di lingkungan masyarakat adat Dayak, di mana pengetahuan diwariskan lewat cerita, nyanyian, dan ritual yang sarat makna. Namun seiring waktu, arus modernisasi perlahan mengikis ruang bagi tradisi. Anak-anak lebih mengenal gawai daripada hutan, lebih hafal pelajaran di buku teks daripada kearifan leluhur yang menjaga keseimbangan alam. Dari keprihatinan itulah muncul tekad Potentina untuk menghidupkan kembali pendidikan berbasis budaya lokal. Ia meyakini bahwa pen...

Manajemen Keuangan Rumah Tangga di Tahun Pertama Pernikahan: Kunci Stabilitas dan Harmoni

Gambar
Tahun pertama pernikahan sering disebut sebagai masa honeymoon sekaligus masa adaptasi terbesar dalam kehidupan rumah tangga. Pada masa ini, pasangan bukan hanya belajar hidup bersama secara emosional, tetapi juga mulai mengelola kehidupan finansial secara kolektif — yang tidak jarang menjadi ujian pertama. Faktanya, menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lebih dari 60% pasangan muda di Indonesia mengaku sering berdebat karena masalah keuangan di tahun pertama menikah. Ini menunjukkan bahwa manajemen keuangan bukan sekadar persoalan angka, tetapi juga soal komunikasi, kepercayaan, dan cara berpikir bersama dalam membangun masa depan. Lalu, bagaimana seharusnya pasangan muda mengelola keuangan agar rumah tangga tetap harmonis dan stabil sejak awal 1. Buka Komunikasi Keuangan Sejak Awal. Banyak pasangan yang enggan membahas uang karena dianggap topik sensitif. Padahal, justru di sinilah letak pentingnya keterbukaan. Setelah menikah, setiap pasangan perlu membicarakan secara jujur t...

Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Agar Aman di Masa Sulit

Gambar
Mengatur keuangan rumah tangga bukan perkara mudah. Apalagi di masa ekonomi yang tidak menentu, seperti harga bahan pokok naik, pendapatan menurun, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar ekonomi keluarga tetap stabil, bahkan ketika masa paceklik datang tanpa diduga. Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif untuk menjaga keuangan rumah tangga tetap aman dan terkendali. 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Langkah pertama yang paling mendasar adalah tahu ke mana uang pergi. Banyak keluarga merasa uangnya “hilang entah ke mana”, padahal sebenarnya hanya tidak tercatat dengan baik. Mulailah membuat catatan keuangan sederhana. Tuliskan setiap pemasukan—baik dari gaji, usaha, maupun sumber lain—lalu rinci pengeluaran harian seperti belanja dapur, transportasi, tagihan, dan kebutuhan anak. Dari situ kamu bisa tahu pos mana yang bisa dihemat dan seberapa besar dana yang bisa disisihkan. Kamu bisa mengguna...